Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Posted on by Jamie

Masa Kritis Bursa Transfer Pada Januari 2016

Masa Kritis Bursa Transfer pada Januari 2016 – Bursa transfer di Januari kerap identik dengan pilihan-pilihan yang menyulitkan. Pasalnya, berkali-kali banyak klub yang mengalami kesulitan mendapatkan pemain yang diinginkan. Akibatnya adalah pembelian yang tergesa-gesa saat menjelang penutupan masa bursa transfer. Daripada tidak beli sama sekali, lebih baik ambil satu atau dua pemain. Sejumlah klub di Liga Utama Inggris pun kadang mengalami hal tersebut. Waktu yang terlampau mepet dan tidak siapnya mengajukan penawaran menyebabkan sebagian klub membeli pemain secara asal-asalan. Lebih mirip ajang taruhan atau membeli kucing dalam karung sementara masa depan klub sendiri ditentukan oleh stok pemain yang ada.

Masa Kritis Bursa Transfer Pada Januari 2016

Masa Kritis Bursa Transfer Pada Januari 2016

Masa Kritis Bursa Transfer Pada Januari 2016Makanya, tak heran kalau banyak pembelian yang dilakukan secara tergesa-gesa itu menciptakan hasil buruk. Sebagian klub tak bisa menyangkal fakta bahwa apa yang telah mereka lakukan justru berdampak pada kerugian finansial meski kebanyakan dibandrol dengan harga murah. Dampak yang lebih fatal lagi ialah kualitas pemain yang jauh dari harapan, serta sulit untuk menjualnya kembali.

Pembelian Buruk

Pembelian buruk tak bisa dihindarkan oleh siapa pun, bahkan klub sebesar Manchester City. Tahun 2008 silam, mereka pernah membeli Benjani dari Portsmouth. Bukan tanpa alasan mereka memboyong pemain ini dengan nilai sebesar 9 juta Pounds. Di klub lamanya, ia memang tampil sangat baik dan akhirnya menjadi satu faktor yang membuat Citizens memutuskan membelinya. Tapi apa yang terjadi? Selama tiga musim bermain, Benjani cuma bisa mencetak 7 gol. Tahun 2010, ia akhirnya dipinjamkan ke Sunderland.

Citizens juga mengalami kesalahan serupa setelah membeli Wilfried Bony dari Swansea City. Pemain berkebangsaan Pantai Gading ini diharapkan bisa menjadi pelapis yang bagus bagi Sergio Aguero. Ia pun segera ditarik dalam kontrak yang cenderung mepet. Namun biayanya sangat besar senilai 32 juta Pounds. Dalam 12 pertandingan di musim lalu, Bony cuma bisa mencetak 3 gol. Di musim ini, ia pun cuma bisa mencetak 4 gol padahal sudah tampil 15 pertandingan. Sejauh ini, Bony merupakan hasil pembelian buruk Citizens yang masih dipakai sampai sekarang.

Liverpool pernah melakukan pembelian yang bisa disebut tergesa-gesa dan gegabah. Sebenarnya yang mereka beli adalah Andy Carroll. Bintang dari Newcastle yang kerap mencuri perhatian publik di atas lapangan. Bersama Newcastle, Carroll menjadi sosok pemain bola yang selalu sulit untuk diabaikan oleh para pencari bakat. Namun, pembeliannya oleh Liverpool didasarkan pada kebuntuan karena Torres yang minggat ke Chelsea. Alhasil, Carroll pun dibeli oleh The Reds. Sesampainya di Anfield, Carroll justru tak bisa berkembang lebih baik. Ia sering cedera dan penampilannya jauh berbeda jika dibandingkan dengan masa-masanya di Newcastle. Selama 58 kali tampil, ia cuma bisa mencetak 11 gol. Akhirnya ia pun dilepaskan ke West Ham. Andy Carroll pun tercatat sebagai salah satu pemain yang awalnya menjanjikan namun mengalami nasib buruk akibat bermain di klub yang tidak tepat.

Kesalahan Pengambilan Keputusan

Kesalahan pembelian kerap terjadi pada beberapa klub besar Inggris termasuk Chelsea. Awalnya, seorang pemain tampak sangat mengesankan sehingga mengundang minat klub untuk mengundangnya. Hal ini terjadi saat ajang Piala Dunia 2014 dalam tim Kolombia. Dalam tim nasional itu, tersebutlah nama Juan Cuadrado yang juga bermain untuk Fiorentina. Dengan nilai kontrak sebesar 28 juta Pounds, ia didatangkan ke Stamford Bridge. Namun bergabung bersama Chelsea tak membuatnya menjadi lebih baik. Ia justru nyaris duduk terus menerus di bangku cadangan. Akhirnya, ia dipinjamkan ke Turin. Ada kemungkinan bahwa statusnya akan menjadi pemain tetap di sana.

Pemain lain yang berakhir buruk di Liga Utama Inggris adalah Kostas Mitroglou. Pemain berkebangsaan Yunani ini sebenarnya cukup bagus dan bahkan beberapa kali dilirik oleh klub-klub besar Inggris. Tahun 2014, ia justru memilih bergabung bersama Fulham. Ia dibeli dari Olympiakos dengan anggaran sebesar 12 juta Pounds. Bersama Fulham, ia mengalami kesialan karena tak mampu mengembangkan permainan di sana. Tampil cuma tiga kali laga dan setelah itu Fulham pun tersingkir dari Liga Utama Inggris. Ia akhirnya dijual kembali ke Olympiakos. Namun ia kembali dipindahkan ke Benfica sebagai pemain pinjaman.